steemeister, creating and designing

Percaya aja, pasti aman kok

Posted by: steemeister on: December 16, 2009

Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tepi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita.

“Seorang ayah mengajak puterinya, Asa (6 tahun), mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :
“Ayah tahu tempatnya?”, tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
“Tahu, jangan kuatir …”, jawab Ayah sembari tersenyum.
“Emang Ayah tahu jalan-jalannya?”
“Tahu, jangan kuatir …”
“Benar, tidak kesasar Ayah?”
“Benar, jangan kuatir …”, jawab Ayah tetap dengan sabar.
“Nanti kalau Asa haus, bagaimana?”
“Tenang, nanti Ayah beli airmineral …”
“Terus kalau lapar?”
“Tenang, Ayah ajak mampir Asa kerestoran …”
“Emang ayah tahu tempat restorannya?”
“Tahu, sayang .”Emang ayah bawa cukup uang?”
“Cukup, sayang …” “Kalau Asa pengin ke kamar kecil?”
“Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita …”
“Emang di musium ada toiletnya?”
“Ada, jangan kuatir …” “Ayah bawa tissue juga?”
“Bawa, jangan kuatir …”, kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.
“Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?”
“Ayah cari jalan yang lebih cepat . Supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti.”

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung, “Kenapa Asa diam, sayang?”
“Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pastitahu, akan antar dan bantu Asa nanti!”

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan “sedang mengemudi” untuk kita semua.

Kadang Ia membawa ke “gang sempit” yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari “kemacetan” di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat “kendaraan-Nya”, kadang mempercepat. Semua ada maksudnya. Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda,sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan didepan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

sumber: anonymous

~steemeister~
~blackisgood~

original posted on my facebook at Friday, July 17, 2009 at 11:43am
Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

It’s me

I'm just ordinary boy who have a billion dreams. I'm perfectionist. I love freedom. I don't like the way things works, because I want to do it in my way, either you love it or not. I'll always back you up in my way.

 

December 2009
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Flickr Photos

kaskusJFkotak

More Photos
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.