Posted by: steemeister on: December 16, 2009
Dua dekade ngejalanin hidup, begitu banyak nyang ane alamin, banyak yg ane dapat dan banyak juga yang ga kesampaian. Waktunya evaluasi.
Target yang ane pasang selama 2 dekade ini
SD
SMP
SMK
Lulus SMK sampe sekarang
Target terbesar
Perubahan cita-cita
Ya begitulah, semoga ajah semua yang udah ane jalanin bisa jadi pelajaran buat kita semua, terlebih bagi ane sendiri
ya ane tuh man pemuda gagah, imut, keren yang cuman bisa bermimpi, dan selalu berusaha bangun dan mewujudkan mimpi. Semoga 10 tahun kedepan semua target, semua impian, semua harapan dapat terwujud dengan baik, dan semoga akan banyak pelajaran yang bakal ane dapet. Kalo gw renungin, 10 tahun awal untuk masa santai, 10 tahun kedua untuk masa senang-senang dan belajar, 10 tahun ketiga adalah waktunya pembuktian kalo ane bisa
Semoga Allah SWT ngasih ridho bwt ane dan bwt kita semua. Amin..
Special thanks to :
My Dream, My Wish, My Will
Afrizal Novian Baharsyah
~steemeister~
~blackisgood~
Posted by: steemeister on: December 16, 2009
Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tepi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita.
“Seorang ayah mengajak puterinya, Asa (6 tahun), mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.
Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :
“Ayah tahu tempatnya?”, tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
“Tahu, jangan kuatir …”, jawab Ayah sembari tersenyum.
“Emang Ayah tahu jalan-jalannya?”
“Tahu, jangan kuatir …”
“Benar, tidak kesasar Ayah?”
“Benar, jangan kuatir …”, jawab Ayah tetap dengan sabar.
“Nanti kalau Asa haus, bagaimana?”
“Tenang, nanti Ayah beli airmineral …”
“Terus kalau lapar?”
“Tenang, Ayah ajak mampir Asa kerestoran …”
“Emang ayah tahu tempat restorannya?”
“Tahu, sayang .”Emang ayah bawa cukup uang?”
“Cukup, sayang …” “Kalau Asa pengin ke kamar kecil?”
“Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita …”
“Emang di musium ada toiletnya?”
“Ada, jangan kuatir …” “Ayah bawa tissue juga?”
“Bawa, jangan kuatir …”, kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.
“Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?”
“Ayah cari jalan yang lebih cepat . Supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti.”
Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi. Giliran sang Ayah yang bingung, “Kenapa Asa diam, sayang?”
“Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pastitahu, akan antar dan bantu Asa nanti!”
Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan “sedang mengemudi” untuk kita semua.
Kadang Ia membawa ke “gang sempit” yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari “kemacetan” di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat “kendaraan-Nya”, kadang mempercepat. Semua ada maksudnya. Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda,sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan didepan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.
sumber: anonymous
~steemeister~
~blackisgood~
Posted by: steemeister on: December 16, 2009
Mulai dari jaman kita baru dilahirkan, sampe jaman kita bisa guling-guling, dari jaman obor ampe lampu sorot, dari jaman Robocop ampe jaman Transformer, banyak hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Gunung meletus, banjir bahkan yang terdekat dengan hidung kita yaitu kentut. Eh lebih deketan upil sih. Hadoh bukan itu bukan! Maksud saya hal-hal yang terjadi di sekitar kita seperti… eh opo yo? Oh ya!! Seperti teman kita (baca: saya) yang suka tidur dimanapun dan kapanpun. Dari hal-hal demikian, apa yang pertama kali terlintas di otak kita waktu kita melihat peristiwa itu terjadi? Kebanyakan orang akan merespon: “Dimana tuh” ato “Kapan tuh” ato “Halah pancet ae (halah tetep aja)”. Apa yang kita jawaban yang kita dapatkan? “Di Jogja” ato “Tadi malam” ato “Yowes biasa (udah biasa)”. Hanya jawaban singkat itu aja yang kita terima.
Dari beberapa kejadian diatas, mari kita coba ubah pola hidup kita menjadi lebih sehat lima sempurna. Eh salah, kita coba pola pikir otak kita dengan berpikir “Kenapa? Trus gimana?” Kita ambil dari contoh teman kita (skali lagi, baca: saya) yang suka tidur dimanapun kapanpun.
P: Kenapa kok anak itu bisa tidur dimana aja kapan aja ya?
J: Karena anak itu cape
Akan muncul lagi pertanyaan:
P: Kecapean ngapain aja?
J: Kerja keras, banting tulang, jatuh bangun
Akan muncul pertanyaan lagi:
P: Gimana ya caranya biar meskipun kita kerja keras, banting tulang, jatuh bangun tapi kita tetap bisa nglakuin hal-hal laen yang juga bermanfaat?
Oke, STOP. Dari contoh diatas, apa yang kita dapat? Haiiiiyooo apa? Yah!! SUPER SEKALI! Sebuah rangsangan pikiran yang membuat kita untuk terpacu memecahkan suatu masalah. Masalah disini adalah tidur dimanapun dan kapanpun. Kita menanyakan “Kenapa?” maka kita mencari sumber masalah tersebut yang disini adalah kecapean karena kerja seharian. Jadi jika dijabarkan masalahnya menjadi “Setelah kerja keras seharian kita terlalu cape lalu tidur”. Berarti kegiatan kita setelah kerja keras seharian itu kita tidur. Lalu bagaimana dengan kegiatan kita yang lain? Nonton berita, misalnya. Ato bersih-bersih kamar, misalnya. Lalu kita kembali bertanya, “Trus gimana?” maka kita jadi akan terangsang untuk mencari suatu pemecahan dari masalah tadi, agar kita tetap bisa melakukan kegiatan-kegiatan lain setelah kita kerja seharian.
Para penemu menemukan hasil temuannya karena mereka bertanya “Kenapa? Trus Gimana?” pada diri mereka sendiri. Mereka tidak langsung serta merta menanyakan “Apa?” karena mereka tidak akan tahu sebelum mereka mencari sumber masalah lalu pemecahannya. Semua masalah akan terpecahkan jika kita menggali lebih dalam sebab-sebab masalah itu. Jika kita hanya melihat masalah itu sebagai suatu objek, kita tidak akan dapat memecahkan suatu masalah.
Hal ini dapat kita terapkan pada masalah dalam bentuk dan rupa apapun (kek jin sob). Dalam urusan rumah tangga misalnya, seorang istri marah-marah ga jelas sampai ngrubuhin rumah. Suami hanya melihatnya sebagai “Istri yang sedang marah” maka sang suami pun akan ikutan marah-marah. Selesai masalah? Mungkin kalo keduanya isded, koit, wafat gara-gara saling tikam selesai masalah. Untuk menyelesaikan masalah seperti ini semestinya sang suami mencoba mencari penyebab kemarahan frontal (Perang donk!) istrinya. Lalu jika sudah ketemu inti masalahnya, cari cara yang baik untuk meredam kemarahan itu. Sang suami saja? Tidak. Sang istri semestinya juga mencari tahu kenapa hal yang membuatnya marah itu terjadi, lalu mencoba mengkomunikasikannya dengan sang suami. Semua ini akan membantu agar tidak terjadi lagi hal serupa di masa yang akan datang.
OK! That’s all folks. Kalo ngerti bagus, kalo ga ngerti mati ajah lu! Gw dah cape-cape nulis neh malem-malem x(
~steemeister~
~blackisgood~
~my wings, my will, my wish~
Posted by: steemeister on: December 16, 2009
Semua orang pasti ingin sukses, semua orang pasti ingin apa yang diinginkan terkabul. Dalam mencapai cita-cita itu emang dibutuhkan sebuah “ke-narsis-an” dalam artian yang baik
Semua bergantung dari diri qt sendiri, seberapa besar kemampuan qt untuk meyakinkan diri sendiri bahwa qt mampu. Berikut cara-cara meyakinkan diri sendiri yang bisa kita terapkan.
1. Berawal dari Ketegasan
Motivasi berawal dari ketegasan, atau dengan kata lain ketegasan ini adalah rahasia pertama dari motivasi. Jangan pernah melihat sekeliling anda, motivasi bukan petunjuk yang anda dapat dari sekeliling anda, bukan pelajaran yang didapat dari buku atau website, bukan pelajaran yang didapat dari seminar-seminar motivasi, dan bukan pula merupakan isi dari sebuah CD berisi ceramah ataupun berisi gambar-gambar dan ungkapan-ungkapan motivasi. Yang pasti seperti yang sudah saya tulis pada kalimat pertama, rahasia motivasi ada di dalam ketegasan anda untuk membuat diri anda bergairah menjalani hidup dan meraih apa yang anda inginkan. Perlu diingat disini, anda sendirilah yang dapat memotivasi diri anda secara lebih awet, anda sendiri yang dapat melakukan usaha-usaha untuk membuat diri anda lebih baik dikemudian hari dengan meminimalkan gangguan, merencakan pekerjaan dengan lebih baik dan menjalankan apa yang anda rencanakan dengan sebaik-baiknya.
Anda sendiri yang dapat menentukan kapan anda menyerah pada keadaan atau menghilangkan segala ketakutan dan kekhawatiran anda dalam menjalani hidup ini, yang jelas motivasi itu mengandung kebebasan untuk memilih.
2. Berpikir bahwa anda mampu meraihnya
Usaha untuk meraih sesuatu yang kita inginkan dalam hidup ini dipengaruhi pula oleh cara berpikir kita terhadap apa yang akan kita raih atau yang kita inginkan. Norman Vincent Peale mengatakan “ ubahlah cara berpikirmu, maka kau akan mengubah duniamu, jadi memikirkan apa yang akan kita raih, akan sangat mempengaruhi upaya kita untuk mengubah keadaan hidup kita dan mungkin juga lingkungan kita sesuai yang kita inginkan. Cara berpikir seperti itu pula yang akan melipat gandakan motivasi kita untuk melakukan hal-hal terbaik melalui sebuah efek domino dimana cara berpikir akan mempengaruhi sikap mental kita menghadapi lingkungan yang kurang bahkan tidak mendukung, membangun rasa percaya diri kita dan menegaskan arah yang akan kita tuju dan memberikan bayangan yang jelas tentang apa yang akan kita raih. Jaga pikiran anda, jaga diri anda dan selamat berjuang untuk menjadi diri anda sendiri seperti yang anda pikirkan.
3. Merencanakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Rahasia selanjutnya adalah tentang apapun yang akan kita raih, apapun tujuan kita, apapun impian kita, kalau tidak kita rencanakan dengan baik semua akan tinggal kenangan, kalaupun terwujud, akan membutuhkan waktu yang lama dan melalui jalan yang panjang, meminjam kalimat bijak Antoine de Saint, tujuan tanpa perencanaan hanyalah sebuah harapan.
Buatlah Rencana! Setelah anda mempunyai ketegasan, saatnya anda merencanakan untuk memulai sebuah ”perjalanan”. Perencanaan tidak selamanya bersifat kompleks, bahkan perencanaan untuk meraih tujuan anda mungkin hanya berupa beberapa point kalimat pendek yang merupakan visualisasi dari pikiran cemerlang anda dalam meraih tujuan. Perencanaan yang baik akan mempercepat dan mempermudah anda untuk mencapai tujuan dan orang yang merencanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya setelah ia memutuskan untuk memperoleh apa yang dia inginkan adalah orang yang menolong dirinya sendiri.
Bila diumpamakan bahwa perjuangan kita meraih apa yang kita inginkan itu sebuah perjalanan di sebuah negeri yang belum pernah kita kunjungi, maka perencanaan itu adalah sebuah peta yang harus kita ikuti agar kita tidak tersesat dan dapat mencapai tempat yang kita tuju dengan selamat dan tepat waktu.
4. Bayangkan apa yang akan anda raih
Anda boleh saja membayangkan diri anda adalah peraih nobel fisika, anda boleh membayangkan diri anda adalah pemegang gelar Doktor dari universitas terkemuka di Perancis, anda boleh membayangkan diri anda adalah penulis terkenal sekelas J.K Rowling, bahkan anda boleh juga membayangkan diri anda sedang mengendarai mobil mewah keluaran terbaru dan melintasi jalan-jalan utama di Jakarta bila itu adalah apa yang anda inginkan. Apa yang anda bayangkan boleh jadi akan menjadi pengendali terhadap penyelewengan terhadap apa yang telah anda rencanakan, apa yang anda bayangkan boleh jadi merupakan lampu penerang di jalan-jalan yang menuju pada tujuan anda, bukankah anda tidak akan bergerak maju jika anda tidak melihat jalan? Satu hal yang perlu diingat disini, apa yang anda bayangkan jangan sampai hanya merupakan bayangan maya, anda harus dapat menjadikan apa yang anda bayangkan itu akan menjadi kenyataan untuk dirah dengan mengerahkan segenap kemampuan, segenap pikiran yang fokus, dan kehati-hatian dalam meniti jalan yang sudah kita lihat… emmm membingungkan yah?? Begini saja, misalkan anda seorang pelukis, dan point ke 4 dalam rahasia motivasi ini adalah bayangan anda tentang bagaimana hasil lukisan anda nantinya, nah apa yang anda bayangkan inilah yang akan menjadi panduan anda bagaimana anda menggoreskan kuas diatas kanvas dan bagaimana anda memadukan warna agar lukisan yang kita hasilkan persis sama dengan apa yang kita bayangkan.
5. Bertindak dengan penuh keyakinan
Keempat point diatas telah menunjukkan sikap mental yang anda butuhkan untuk membangun motivasi dari dalam diri anda sendiri, maka pada poin yang terakhir ini, saatnya anda bertindak dengan penuh keyakinan. Anda harus melakukan sesuatu untuk tetap menjaga motivasi anda agar tidak menjadi sesuatu yang sia-sia sekaligus agar apa yang anda inginkan tercapai serta membuat hidup anda menjadi lebih baik. Ingat, tak ada apapun yang akan berubah bila anda tidak melakukan sesuatu.
Udah dibaca baik-baik belum? Makanya jangan suka ngatain sayah narsis
Makasi buat Mas Ryan dan Mas Dodi yang telah membantu membuktikan bahwa sayah ga narsis, meskipun qt ga kenal sama sekali
~steemeister~
~blackisgood~
Disadur dari: http://beranigagal.blogspot.com/2007/10/rahasia-motivasi-diri.html
Posted by: steemeister on: December 16, 2009
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.” “Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku.
Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?”. “Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.” “Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.” “Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”.
~blackisgood~
~steemeister~
~dari pelbagai sumber~